Surge Control System
Prinsip dari centrifugal kompresor adafah proses kompres gas yang dilakukan dengan cara melemparkan gas dari bagian tengah impeller keluar memakai prinsip gaya centrifugal.
Gambar dibawah bisa memberikan gambaran lebih jelas bagaimana gas dilemparkan didalam impeller tersebut. Tiap partikel gas akan bergerak keluar seiring dengan berputarnya impeller tersebut. Hubungan antara impeller yang bergerak/berputar dengan kecepatan tinggi dan kecepatan gas sepanjang lorongnimpeller tersebut akan membentuk suatu hubungan aerodinamis.

Hal yang sama bisa kita analogikan seperti sayap peaswat terbang dengan kecepatan udara/angin yang berada disekitar sayap tersebut.
Partikel gas bergerak didalam sebuah impeller.
Boundary layer Ada dua komponen yang bergerak didalam
impeller. Yaitu impeller yang berputar dengan kecepatan tinggi dan gas yang bergerak sepanjang lorong impeller.
Pada proses ini, antara dinding lorong impeller dan kecepatan gas yang bergerak akan membentuk suatu lapisan yang disebut “boundary layer”.

Bentuk (pattern) dari boundary layer itu akan tergantung dari relasi relatif antara putaran impeller dan kecepatan gas bergerak.
Putaran impeller diukur denagn RPM compressor sedangkan kecepatan gas di-representasikan sebagai flow dari kompressor.+

Hubungan antara flow dan RPM dengan boundary layer yang terbentuk bisa diilustrasikan dengan gambar berikut

Zero incident boundary layer akan terjadi apabila hubungan antara Flow dan RPM paling baik. Layer (lapisan) yang terbentuk sangat stream line.
Apabila dari kondisi zero incident, relatif harga flow naik terhadap RPM, yang terjadi adalah negatif incident. Pada kondisi ini terjadilah bottle neck pada saluran masuk. Juga terjadi sedikit turbulensi pada bagian discharge (pressure side).
Apabila dari kondisi zero incident, relatif harga flow turun terhadap RPM, maka yang terjadi adalah positif incident boundary layer. Pada kondisi ini ada suatu separasi (pemisahan).dari dinding suction lebih tinggi. Juga turbulensi pada bagian dinding suction akan terbenntuk.
Turbulensi didalam lorogn impeller ini secara aerodinamis akan membuat kondidi rotor instability. Semakin henbat separasi dan trurbulensi ini terjadi, semakin besar juga gangguan instability rotor terjadi.
Tingkat parah tidaknya instability itu terjadi tergantung dari hubungan besaran relatif antara RPM dan flow. Ada yang ringan yang disebut stall, mild surge dan yang paling parah adalah surge itu sendiri. Kondisi-kondisi ini harus dihindari.

Head / Flow Characteristic
Performance dari centrifugal compressor dapat digambarkan melalui compressor performance curve. Head sumbu vertical dan Flow sumbu horisontal. Curve tersebut berdasarkan constant speed. Peak dari speed line disebut surge point, yang menggambarkan suatu characteristic terpenting dari compressor dimana pada titik tersebut adalah rawan untuk operasi sebuah compressor sentrifugal yang apabila terlewati akan terjadi yang disebut surge

Daerah high flow sebelah kanan surge point adalah daerah aman, atau daerah operasi compressor, sebaliknya daerah sebelah kiri adalah rawan (unstable operation).
Surge point dari setiap compressor operating speed adalah berbeda, dan apabila surge point – surge point tersebut dihubungkan . maka akan terbentuk surge limit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here