Dasar dari surge control
Dengan melihat kurva head vs flow, maka surge dapat dihindari yaitu dengan menurunkan head, atau menaikkan flow dan juga dengan menaikkan kecepatan.(gambar – 5)

Untuk mengetahui bagaimana flow yang lewat kompresor dapat dinaikkan tanpa merubah system flow rate, kita lihat gambar – 6.

Umumnya system valving yang digunakan pada kompresor adalah seperti gambar diatas. Pada prinsipnya kalau tekanan di suction dan discharge, dan juga flow yang dipakai pada system piping mendeteksi suatu keadaan surge , maka bypass valve membuka sedikit sehingga gas dibalikan kembali ke sisi suction, akibatnya flow gas yang lewat kompressor naik, tanpa menaikkan flow dalam system. Jadi untuk menghindari surge yaitu yang paling penting adalah menaikkan flow gas yang lewat
Compressor

Surge control system

Surge control system (gambar – 7) terdiri dari surge control valve, surge controller, flow measurement device, pressure sensor pada suction dan discharge compressor.

Controller mengirimkan beda tekanan (suction dan discharge) dan flow yang lewat kompresor. Ukuran data tersebut (beda tekanan & flow) dibandingkan dengan pre-set surge control line. Pre-set control line adalah garis paralel terhadap surge line dan terletak 10 – 15 % sebelah kana dari surge line, (gambar – 8)

Gambar-8.
Bila ukuran tekanan dan flow menunjukkan bahwa titik operas! kompresor pada atau disebelah kiri surge control line maka control valve membuka. Sebaaian aas kembali kesuction harnahnnn
dengan gas dari proces. Pembukaan control valve adalah throtling jadi kalau masih kurang maka control valve akan membuka lebih lebar sehingga lebih banyak gas yang direcyclekan (dibalikkan). Selain system tersebut diatas compresor juga dilengkapi shutdown system.
Compressor Yard Valve sequence.
Surge control system umumnya digabungkan kedalam yard valve system. Ini adalah sangat menolong untuk mengerti susunan yard valve dan operasinya ketika membicarakan surge control system. Berlkut adalah ilustrasi typical yard valve start sequence.

Gambar – 9. Ketika engine tidak beroperasi, vent dan bypass valve terbuka. Suction dan discharge valve tertutup

Gambar-10.
Gambar – 10. Ketika start switch ditekan, bypass valve tertutup. Pre/post lube oil pump beroperasi. Ketika tekanan prelube mencapai 6 psig, prelube pressure switch tranfer. Auxiliary seal oil pump beroperasi

Gambar 7.11, Ketika tekanan seal oil mencapai tekanan yang ditentukan, seal oil pressure switch transfer. Loading valve terbuka. Aliran gas masuk kedalam system, purging kompressor dan system perpipaan melalui vent valve. Normalnya berlangsung selama 30 detik.

Gambar-12
Gambar – 12. Pada akhir purge cycle vent valve tertutup. Compresor mulai dlpressurlzed melalui loading valve.

Gambar- 13.
Gambar – 13. ketika perbedaan tekanan dikedua sisi suction valve berkurang terhadap case differential pressure switch setting, normalnya 50 psid, switch tersebut transfer, sehingga suction valve, bypass valve, dan discharge valve terbuka. Setelah suction valve terbuka penuh, loading valve tertutup. Ketika prelube cycle complete, engine mulai cranking.

Singkatnya seteiah terjadi pembakaran, power turbine dan compresor mulai berputar. Pada saat itu discharge valve masih tertutup, mencegah discharge gas keluar dari system melalui discharge valve. Sebagai penggantinya, gas discharge dari compressor mengalir balik melalui bypass valve yang masih terbuka, sehingga recycle gas terjadi pada compresor. Recycle gas ini menjaga agar surge tidak terjadi dalam kompresor dan engine cepat berakselerasi samapi ke loading speed (90 % NGP). Pada 90 % speed, speed control memberi signal ke bypass / anti surge valve untuk mulai menutup. Bila valve telah tertutup maka tekanan discharge kompresor akan naik. Sehingga recycle gas tidak terjadi lagi dalam kompresor (gambar -14)

    14

Gambar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here