Gejala gejala surge
Kondisi surge dapat ditandai oleh suara gemerincing yang keras di compressor, discharge check valve slamming berulang kali, kenaikan discharge temperature yang besar, pulsasi cepat dari flow dan discharge pressure, dan akhirnya compressor shutdown oleh vibrasi atau high temperature. Level vibrasi disebabkan oleh surge terjadi pada subsynchronous frequency tipikal nya dibawah 50 Hz.
Akibat Surge

Surge dapat ringan dan hampir tidak terdeteksi kecuali untuk penurunan performance effisiensi dan kenaikkan discharge temperature, dan dapat juga berat, menghasilkan high frequency reversals pada axial thrust pada compressor shaft, hal ini menyebabkan kegagalan pada thrust bearing dan radial; merusakkan komponen rotating dan stationer. Pada tanda pertama surge, corrective action harus segera diambil untuk membawa compressor keluar dari surge.

Cara cara mengendalikan surge

Ada beragam surge control scheme, tetapi sernuanya punya satu tujuan yang sama, yaitu menjaga suatu minimum flow pada compressor di kondisi ekstrem-nya, menurunkan compressor throughput dari optimum-nya.

Berbagai hal dapat di-kerjakan untuk mencegah surge pada centrifugal atau axial compressor, tetapi secara umum, akhirnya dipilih dalam dua pendekatan berikut:

  1. Menurunkan resistance dari outlet stream (menurunkan P2/P1), atau
  2. Menaikan flow yang ke kompressor.

Venting gas pada discharge compressor dapat dipakai untuk menaikkan flow , tetapi jarang dipakai kecuali untuk air compressor. Jika gas kompresi tak dapat dibuang , maka recycle line biasanya dipakai untuk mendapatkan flow yang cukup dengan resirkulasi gas dingin dari discharge compressor ke suction compressor seperti terlihat pada gambar berikut:

Ketika recirculation valve terbuka, flow di compressor naik secara buatan (artificial), discharge line pressure turun dan titik kerja compressor menjauhi surge line dan kembali ke daerah operasi yang aman. Tetapi, setiap kali bypass valve membuka, energy terbuang, karenanya menurunkan efficiency. Praktek praktek ini sedapat mungkin diminimumkan. Ingatlah bahwa antisurge control yang paling efektif adalah yang dirancang untuk melindungi compressor sementara itu juga menjaga bypass valve tidak terbuka bila tidak perlu.
Pada saat terjadi perubahan mendadak, seperti suction valve tiba-tiba tertutup tidak sengaja, bypass valve harus terbuka paling tidak sama cepatnya dengan perubahan sistim tersebut. Tetapi,

juga tidak boleh terbuka terl&lu lama atau terlalu cepat sehingga membuat sistim upset. Ide nya adalah membuka valve cukup untuk meneruskan operasi compressor tetapi tidak mensirkulasi gas lebih dari yang diperlukan. Karena pada kenyataanya, compressor surge line adalah funasi dari karakteristik suction gas (SG. pressure dan temperature). Engineer atau orang yang terlibat dalam perancangan antisurge control system, harus memperhitungkan seluruh karakteristik proses dan parameters yang mempengaruhi performance. Variabel variabel atau parameter parameter yang dipertimbangkan ketika memilih control scheme untuk surge protection adalah:
• Apakah flow measurement ada di bagian suction atau discharge ?
• Apakah operating speed compressor variabel atau tetap.
• Apakah ada perubahan beban external
• Process transient macam apa yang dikehendaki
• Berapa normal operating range dari suction dan discharge pressure ?.
• Berapa normal operating range dari inlet temperature ?.
• Apakah compressor dilengkapi dengan inlet guide vane ?,
• Bagaimana komposisi gas (density , molecular weight, ratio of specific heat) ?.
• Berapakah speed dari surge control valve ?.
• Berapakah compression ratio ?
• Apakah ada kemungkinan terjadi pembetukan hydrate (es) di surge control valve ?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here