HYDRAULIC OIL PUMP

Single element hydraulic pump dipasang tandem dengan lube oil pump yang diputarkan oleh engine, biasanya digunakan untuk memutarkan oil cooler fan motor. Pump mempunyai maksimum oil flow capacity  18 gpm. Sebuah relief valve dipasang antara pump dan fan motor dan terbuka jika terjadi kelebihan pressure.

Menjaga lubricating oil temperature pada limit temperature yang diperbolehkan adalah fungsi dari oil cooler assembly. Oil to air cooler berhubungan dengan oil to air heat exchanger dan hydraulic atau electric motor driven fan.

Oil to air cooler dibuat untuk pemasangan secara remote dan dipasang dengan posisi horizontal untuk memberikan aliran udara vertical. Selama normal operation, fan meniup udara melalui cooler dengan  12,000 cfm.

SERVO OIL PUMP, FILTER AND RELIEF VALVE

Pada package yang baru semua hydraulic operated devices atau actuator menggunakan engine oil lubrication system dan di set pada 55 psi dan tidak membutuhkan extra pump.

Pada package yang lama, Solar menggunakan servo oil system. Servo oil pump yang digerakan oleh engine memompa kan oil ke electrohy draulic servo actuator untuk mengontrol throttle valve. Pump duduk pada accessory drive housing, gear type, positive displacement pump. Pada 100 % engine speed, pump mempunyai flow capacity 3.3 gpm pada pressure 500 psig.

Sebuah relief valve downstrem dari pump memberikan limitasi pressure higga 500 psig. Servo oil filter terdiri dari filter capsule element yang dapat diganti dan dapat menyaring particles berukuran 25 micron.

NOTE

Electrohydraulic servo actua- tor di terangkan pada gas fuel system section pada student workbook.

SYSTEM FUNCTIONAL DESCRIPTION

NOTE

Jika back up lube pump dipasang, pompa ini akan energized lebih dulu, memberikan kesempurnaan pada control system yang dibutuhkan. Akan shutdown segera setelah presure mencapai preset value, biasanya 6 psig, memberikan kesempatan kepada aux. lube oil pump untuk start.


Pada start pertama kali, auxiliary ( pre / postlube ) oil pump menghisap oil dari tank dan memompa ke regulator assembly dan oil filter. Aux. oil presure dijaga pda 20 psig oleh relief valve. Kemudian oil akan mengalir melalui manifold ke engine dan gas compressor lubricating systems.

Sesudah preset prelube time interval ( untuk memberi kesempatan yard valve bekerja ). engine mulai berputar dan oil pump juga mulai mengalirkan oil.

Bersamaan dengan naiknya engine speed, tekanan oil juga meningkat. Jika tekanan oil ini mencapai suatu preset tertentu, biasanya pada 35 psig, auxiliary pump akan shutdown.

Oil akan dialirkan oleh main oil pump ke distribution manifold dan tekananya dijaga pada 55 psig oleh pressure regulating valve.

Bersamaan dengan naiknya temperature, mixing valve atau thermovalves memberi kesempatan oil mengalir ke oil cooler dan pada preset temperature semua oil dialirkan ke oil cooler.

Oil masuk ke oil manifold setelah melalui filter, dari sana kemudian oil disupply ke cabang-cabang hingga mencapai tempat-tempat tertentu di engine maupun gas compressor yang harus di lumasi.

Oil yang mencapai accessory drive assembly melumasi gears dan dari accesory drive housing menuju kembali ke oil tank berdasarkan gravitasi.

Oil lines ke compressor bearing support housing dan turbine bearing support housing langsung mengalirkan oil ke compressor rotor, shaft bearing dan gas producer bearing dan sebuah external supply manifold supply oil ke power turbine bearing.

Post lubrication dilakukan oleh auxiliary oil pump dan bekerja setelah engine shutdown dan start otomatis oleh electrical control system. Pump memberikan pendinginan ke bearings dan gears untuk waktu 55 menit selama postlube cycle.

Jika pre / post lubrication pump gagal maka back up oil pump memberikan post lubrication ke gas turbine dan power turbine bearings. Tidak ada supply oil ke gas compressor bearings.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here