OIL SYSTEMS

OBJECTIVES
Setelah menyelesaikan materi pelajaran ini para peserta akan bisa :

•   Menjelaskan fungsi dari lube oil system.

• Mengenali komponen utama dari lubricating oil systems.

• Menjelaskan masing masing komponen dalam lube oil system.

• Menjelaskan system operasi dari lube oil system.

SYSTEMS FUNCTION
Lube oil dipakai untuk 2 kebutuhan primary, yaitu untuk mendinginkan engine, dan melumasi engine bearings. Lube oil juga dipakai untuk kebutuhan secondary yaitu menyediakan power untuk hydraulic control dari fuel actuator, guide vane dan bleed valve. Juga bisa digunakan untuk pelumasan pada pneumatic lubricators, dan juga dipakai untuk wet seal system.

Oil system adalah penting sekali didalam meng-operasikan engine dan gas compressor dan juga komponen yang dioperasikan berdasarkan tekanan oil seperti fuel, air dan starting systems. Oil system termasuk lubricating, hydraulic, servo (jika dibutuhkan) dan seal oil system. System tsb adalah sirkulasi tertutup dan saling berhubungan, semua disupply dari oil tank. Lubricating dan hydraulic oil systems akan diterangkan pada bagian ini ( lihat Gambar 6 – 1 ). Sedangkan seal oil system akan diterangkan nanti pada workbook ini.

LUBRICATING OIL
Lubricating oil system memberikan pelumasan dan pendinginan pada engine, accessory gear dan boost compressor bearings. Lube oil system juga men-supply oil dan me-regulate engine inlet pressure ke variable vane control actuator dan juga ke electrohydraulic actuator.

HYDRAULIC OIL

Hydraulic oil system memberikan oil bertekanan tinggi untuk meng-operasikan cooler fan motor jika hydraulic unit dipergunakan. Engine memutarkan main lube oil pump yang menjadi satu dengan element tambahan untuk kebutuhan hydraulic oil system.

Gambar 6 – 1. Lube Oil Systems Layout

    No.            Description____________

 1      Power Turbine Engine
 2      Suction Line Lube Oil System
 3      Sight Gage Lube Oil Drain
 4      Strainer Lube Oil Inlet
 5      Filter, Throttle Actuator
 6      Sight Gage Oil Tank Level
 7      Transmitter, Pressure
 8      Pressure Control Valve ( 50 - 60 psig )
 9      Valve, Thermal Control
10      Relief Valve, Lube Oil Cooler bypass
        ( 50 psi cranking ) 
11      Releif Valve, Ultimate ( 150 psig )
12      Check Valve
13      Sensor and Thermowell
14      Sensor and Thermowell
15      Main Lube Oil Pump
16      Level Switch
17      Temperature Sensor
18      Switch, Pressure NOT USED
19      Switch, Temperature No.2 Bearing area
26      Sensor Temperature No.2 Bearing area
27      Thermowell ( one each drain line )
28      Sensor, Power Turbine Drain
29      Thermowell, Power Turbine
30      Orifice
31      Oil Tank Heater ( Provision for four )
        and Thermostat
32      Valve Shutoff
33      Strainer, Lube Oil Tank Fill
34      Pump, Electric Driven, Pre / Post Lube

35 Gate Valve

LUBE OIL SYSTEM COMPONENTS

AUXILIARY ( PRE / POST ) LUBE PUMP

Auxiliary lube oil pump ( pre / post lube pump ) memompa oil dari tank ke engine selama prelube dan postlube cycles. Pump mungkin dapat digerakkan oleh pneumatic atau electric motor.

Pump adalah rotary pump, positive displacement, gear type yang dihubungkan dengan motor oleh polymer coupling dan dioperasikan pada 1750 rpm dan mempunyai capacity flow 66 gpm pada tekanan yang diminta sama dengan tekanan pada manifold.

Jika pump digerakkan oleh pneumatic motor, komponen tambahan yang diperlukan adalah hampir sama dengan komponen yang diperlukan oleh starting system yaitu: sebuah gas inlet strainer, motor control valve, flow control valve, motor lubricator dilengkapi dengan check valve, pilot filter, pilot solenoid valves dan pilot relief valve.

Relief valve system membatasi ouput pressure dari pump. Sebuah check valve yang dipasang pada downstream mencegah aliran balik.

Gambar 6 – 2 Auxiliary Lube Oil Pump Assemblies

LUBE OIL TANK 

Oil tank dengan operating capacity 520 gallon duduk pada base skid dan didalamnya menyatu dengan drain valve, filter cap, oil level gauge saluran ventilasi yang langsung ke atmosphere. Sebuah heater mungkin juga dipasang jika dibutuhkan. Tank tidak boleh diisi berlebihan karena bisa terjadi foaming dan tidak cukup mampu untuk venting.

OIL TANK INDICATOR LEVEL  

Indicator level dari oil tank terdiri dari float
( pelampung ) dengan guide pin didalam cylinder tube. Indicator dial pointer shaft menyatu dengan rotating float. Indicator memperlihatkan oil level didalam oil tank pada setiap kenaikan quarter tank-full.

OIL HEATER 

Pada suhu dingin, oil heater mungkin diperlukan untuk menjaga oil viscocity dan kecepatan tuang
( pour ). Tambahan heater dilengkapi juga dengan electric element dan dioperasikan oleh 480 volt ac power. Heater thermostat menjaga oil temperature pada preset level dan dioperasikan dari control signals system.

OIL TANK FILL SYSTEM

System tambahan ini terdiri dari sebuah oil level regulator dan sebuah slow flow yang dipasang antara oil tank dan customer furnished reservoir.

Jika oil level didalam tank turun dibawah setting yang telah ditentukan, pelampung akan meng-operasikan valve didalam oil level regulator untuk membuka, oil akan mengalir dari oil reservoir melalui slow-flow meter dan oil regulator menuju oil tank sehingga jumlah oil yang masuk ke tank akan tercatat pada slow-flow meter.

MAIN LUBE OIL PUMP

Main lube oil pump diputar dan digerakkan oleh engine, lokasinya pada accessory drive, mengirim oil ke lube oil regulator assembly pada maksimum flow rate 175 gpm dan tekanan 150 psig. Pump diputar pada putaran 2000 rpm pada 100 % engine speed. Lube oil pump terdiri dari dua element gear type, positive displacement dengan konfigurasi tandem bersamaan dengan single element hydraulic pump.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here