FUEL ACTUATOR CONTROL MODES

Mode pertama pada system operation adalah start secara perlahan lahan, dan hanya digunakan sampai pada pengapian engine. Bergerak dari kondisi minimum ke maximum dalam waktu kurang dari 10 second. Setelah pengapian pada engine, control system akan menghandel pada 5 mode operasi :

• NGP mode

• NPT mode

• T5 mode

• T1 mode

• Min Fuel

NGP mode

NGP mode diharapkan sebagai kondisi normal operasi, walaupun dengan mode yang lain tidak memberikan indikasi yang gagal. Pada model operasi ini control system akan mengontrol actuator untuk menjaga engine agar beroperasi pada NGP set point. NGP set point biasanya di set pada 100 %, tetapi bisa lebih rendah jika kondisi proses mengijinkan.

NPT mode

Control system akan berpindah ke NPT mode jika NPT speed mencapai 100% sebelum NGP mencapai set point. Hal ini adalah untuk keselamatan dari pada melebihi set point yang ditentukan. Control system membatasi power yang diberikan ke compressor dengan mengurangi kecepatan engine, hal ini menjaga agar power turbine tidak mengalami kondisi overspeed. Hal ini adalah murni menunjukkan adanya problem dengan equipment dan biasanya compressor tidak beroperasi pada kondisi design yang telah ditentukan.

T5 mode

Control system akan berpindah ke T5 mode jika T5 temperature mencapai set point. Temperature ini dibatasi untuk dapat memberi umur panjang pada engine. T5 set point berbeda dengan setiap rate engine, mengacu pada penunjukkan harga yang actual. Design engine yang lama dilengkapi dengan softstart membatasi maximum T5 temperature lebih rendah dari normal temperature selama 2 menit pertama pada saat operasi. Hal ini dimaksudkan agar engine bisa tahan beroperasi lebih lama, tetapi pengalaman yang nyata menunjukkan bahwa hal ini sangat tidak effektif, sehingga system ini sudah dihilangkan lagi pada design yang baru.

T1 mode

T1 mode dipakai untuk membatasi maximum fuel pada actuator. Dengan air inlet temperature yang rendah dan terlalu banyak fuel yang masuk ke engine akan menyebabkan engine surge. Biasanya pada mode ini inlet temperature akan sangat rendah pada saat engine accelerating.

Jika control system menggunakan mode ini, tetapi engine tidak accelerating, maka fuel system perlu dicurigai, apakah loader tidak cukup memberi dan mengatur fuel atau BTU dari fuel tsb turun.

Min Fuel

Min fuel mode dipakai untuk membatasi jumlah minimum dari fuel untuk menjaga agar engine tidak mati. Control ini akan bekerja ketika control system decelerating engine. Jika terjadi engine mati maka set point harus dinaikkan. Hal ini dapat terjadi karena berkurangnya BTU pada fuel.

Jika control system tetap pada mode ini, dan engine tidak decelerating dimana akan ditunjukkan oleh NGP set point lebih rendah dari pada NGP actual, kemudian minimum set point fuel terlalu tinggi dan harus diturunkan pada program constants page . Hal ini akan terjadi karena bertambahnya BTU pada fuel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here