LINKAGE ASSEMBLY

Linkage assembly suatu alat yang mnghubungkan antara servo actuator dan throttle valve. Sebuah rod ( tangkai ) yang menghubungkan piston actuator dengan lever throttle valve.

THROTTLE VALVE

Aliran fuel yang steady-safe ke engine di control oleh throttle valve yang menentukan posisi dari servo actuator. Minimum fuel stop telah di set untuk mencegah flameout selama de-celeration.

Type butterfly throttle valve digerakan oleh linkage dari electro hydraulic servo actuator. Throttle lever bergerak memutarkan shaft, yang mempunyai minimum dan maksimum fuel stops.


Gambar 7 – 10. Gas Throttle Valve Assembly
 GAS FUEL MANIFOLD AND INJECTORS 

Manifold dan injectors mendistribusikan gas fuel ke combustor, terdir dari sebuah fuel manifold assembly dan 10 fuel injectors yang juga men-support combustor liner.

Di bolt ke turbine bearing support housing oleh 6 buah mounting bracket, fuel manifold assembly menyatukan sebuah fuel inlet boss dan 10 outlet bosses sebagai connection ke fuel injectors.
Injectors membawa fuel ke combustor liner.

Combustion air bercampur dengan gas dengan cara mengalirkan udara melalui lubang masuk gas ke combustor.

 IGNITER TORCH

Igniter torch assembly adalah terdiri dari sebuah torch housing, perforated sleeve, torch tube, gas inlet connection dan sebuah spark plug.

Udara untuk pembakaran masuk ke torch tube melalui lubang-lubang samping dari torch sleeve. Gas fuel dari torch sloenoid valve bercampur dengan udara pembakaran kemudian dinyalakan oleh spark plug.

Torch fuel dan torch ignition di-supply pada saat engine mencapai 15% speed plus 10 detik, ( 10 detik pertama melakukan purge terhadap engine dan ducting ) dan dikeluarkan pada 15% engine speed plus 20 detik.

SYSTEM FUNCTIONAL DESCRIPTION

Melakukan gas fuel valve check dimana untuk memastikan kontrol pada fuel valves, melakukan pembilasan pada engine ( purge ) , dimana untuk memastikan tidak terjadi kelebihan fuel pada inlet, engine dan exhaust yang mengakibatkan ledakkan pada saat pembakaran.

Gas fuel di-supply ke fuel inlet system dan mengalir melalui gas supply stariner ke primary shutoff valve dan pilot gas filter.

Saat engine mulai berputar setelah start pertama, pilot gas membuka primary gas shutoff valve, dan membiar kan gas ke valve test pressure switch; secondary gas shutoff valve tetap pada keadaan tertutup. Valve test switch menutup pada preset pressure, untuk meyakin kan primary shutoff valve terbuka. Lima (5) detik kemudian, pilot pressure menutup primary shutoff valve. Valve test switch harus tetap tertutup, menunjukan bahwa secondary shutoff valve telah benar-benar tertutup.

Pada 15% speed, pilot pressure dibuang dan secondary shutoff valve terbuka membiarkan gas yang terjebak lari menuju fuel system. Valve test switch membuka, menunjukan primary shutoff valve telah benar-benar tertutup, dan secondary valve telah membuka penuh. Secondary valve tetap terbuka selama start cylce dan engine opearation.

10 detik sesudah engine mencapai 15%, primary fuel valve kembali terbuka. Fuel mengalir ke fuel control valve, kemudian gas yang telah di regulate mengalir gas manifold dan ke torch. Fuel di distribusikan ke combustor assembly. Ignition circuit energized.

Secara terus menerus, ramp generator memberikan signal ke servo actuator untuk perlahan-lahan retract dan menggerakan throttle valve kearah posisi maksimum untuk memperkaya campuran fuel dan udara. Penyalaan terjadi dengan lancar pada ratio yang optimum antara udara dan fuel.

Engine temperature naik dengan cepat dan mencapai  350F, ramp generator de-energized. Control untuk servo actuator dan posisi throttle di ambil alih oleh fuel topping control circuit yang berada pada Main Fuel Actuator Control ( MFAC )
Sesudah ignition timer timeout, ignition circuit memutus dan pembakaran berlangsung dengan sendirinya.

Engine speed naik secara otomatis hingga mencapai idle speed, kemudian akan stabil pada speed yang dipilih oleh electronic speed control system. Posisi throttle valve berada pada posisi yang yang telah ditentukan untuk menjaga engine pada speed tertentu. Jika engine temperature atau power turbine speed naik diatas maksimum preset, posisi throttle valve dilakukan oleh topping control system untuk mengurangi temperature atau speed agar tetap berada pada operating levels.

Jika stop switch ditekan, cooldown cycle akan men-stabilkan temperature. Fuel actuator akan bergerak kearah minimum dan mulailah cooldown engine. Sesudah timeout, fuel valve akan menutup, pembakaran akan berhenti dan engine akan stop.

 NOTE

 Pada beberapa unit sebuah soft start circuit memberi kesempatan jika T-5 mencapai 800F.  Hal ini akan membiarkan temperature stabil.  Sesudah  10 detik engine akan terus akselerasi sesuai dengan akselerasi ramp schedule.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here