SEAL OIL AND BUFFER GAS SYSTEM

Seal oil system menggunakan engine lube oil tank sebagai penampungan. Pressurization untuk gas compressor seal disediakan oleh seal oil system, buffer gas yang diambil dari gas compressor untuk mencegah seal oil masuk ke compressor.

Gambar 8 – 12 Seal Oil and Buffer Gas Components Installation

SYSTEM COMPONENTS
ENGINE DRIVEN MAIN SEAL OIL PUMP
( P 961 )

Main seal oil pump yang digerakkan oleh engine terpasang pada engine accessory drive housing, digerakkan pada speed nominal 2.000 rpm. Pompa seal oil ini adalah type gear, positive displacement, dan mempunyai nominal flow rate 16 gpm pada tekanan 2.000 psi.

AUXILIARY SEAL OIL PUMP ( P 962, P 963 )

Auxiliary seal oil pump adalah type gear, positive displacement, digerakkan pada speed nominal 1.600 rpm. Mempunyai nominal flow 16 gpm. Pompa ini digerakkan oleh pneumatic motor atau AC electric motor.

Auxiliary seal oil pump jalan selama start sequence, ketika prelube pressure mencapai tekanan yang sudah di set dan akan berhenti pada saat engine mencapai compressor loading speed. Pada waktu shutdown, pompa ini akan jalan secara otomatis sebagaimana engine speed menurun sampai dibawah loading speed, dan akan stop setelah compressor casing pressure dibuang semua. ( vented )

FILTER ( FS 961 )

Seal oil filter yang terletak di downstream dari pompa adalah filter element 10 micron yang terdiri dari wire mesh, fiberglass dan nylon screen dengan carbon steel frame. Filter ini adalah non bypass type.

RELIEF VALVES  (  VR 961, VR 963 )

Relief valve, terletak di saluran oil diantara pompa individual dengan filter, melindungi komponen dari system terhadap tekanan yang berlebihan. Valve ini akan membuka pada tekanan yang sudah ditentukan untuk mengembalikan oil yang berlebihan ke oil tank melalui drain line dari compressor.

Gambar 8 – 13 Engine – Driven Main and Pneumatic Auxiliary
Seal Oil Pumps Installation

DIFFERENTIAL PRESSURE BYPASSING

REGULATOR ( PCV 961 )

Differential pressure regulator adalah normally closed, diaphragm type, back pressure control valve, dipasang di seal oil line header untuk membatasi oil pressure 100 psi diatas trap inlet pressure dari compressor tekanan tinggi. Trap inlet gas pressure dan tekanan spring bekerja pada satu sisi diaphragm untuk menjaga agar valve tertutup. Tekanan seal oil bekerja pada sisi yang berlawanan dari diaphragm untuk membuka valve, hingga mencapai setting stabil yang dikehendaki. Pada saat tekanan seal oil lebih tinggi dari setting yang dikehendaki maka diaphragm akan membuka valve dan seal oil di bypass langsung ke oil tank.

Gambar 8 – 14 Cross-Sectional View of Seal Oil Differential Pressure
Bypassing Control Valve

DIFFERENTIAL PRESSURE CONTROL VALVES  ( PCV 962-1,   962-2 )

Differential pressure control valve adalah normally open, diaphragm dan poppet type, pressure reducing valve yang mana dipakai untuk menjaga seal oil pada setting tekanan yang dikehendaki dimana lebih tinggi dari setiap compressor trap inlet pressure. Tekanan nominal dijaga pada 20 psi lebih tinggi dari trap inlet pressure dan tekanan spring pada satu sisi diaphragm agar valve terbuka. Tekanan seal oil bekerja pada sisi yang berlawanan pada diaphragm untuk menutup valve, setelah mencapai pada setting stabil yang dikehendaki.
Ketika tekanan seal oil melebihi dari settingnya, diaphragm akan menutup valve dan mengurangi seal oil flow ke compressor labyrinth seal.

Gambar 8 – 15 Cross-Sectional View of Seal Oil and Buffer Gas
Differential Pressure Control Valve

BUFFER GAS TO SUCTION GAS DIFFERENTIAL PRESSURE CONTROL VALVES   ( PCV 963-1,  963-2 )

Buffer gas differential pressure control valves adalah normally open, diaphragm dan poppet type control valves, digunakan untuk menjaga tekanan seal buffer gas pada setting yang telah ditentukan dimana lebih tinggi dari setiap compressor suction pressure. Tekanan buffer gas bekerja pada satu sisi diaphragm untuk menutup valve. Kerja ini adalah berlawanan dengan suction gas pressure dan tekanan valve spring sampai diperoleh balance yang dikehendaki untuk menjaga perbedaan tekanan pada setting yang dikehendaki.

Seal buffer gas di supply dari high pressure discharge compressor piston cavity. Disupply pada tekanan yang dimiliki ke “ BUFFER GAS IN “ ports pada suction dan discharge capsules.

SEAL OIL/ BUFFER GAS TRAPS ( FSA 961-1, 961-2 )

Gambar potongan dari seal oil trap dan dudukan dasarnya ditunjukkan dalam
Gambar

Seal oil trap menerima campuran seal oil dengan buffer gas dari gas compressor bearing and seal assembly melalui lobang outlet pada compressor end cap bagian depan dan belakang. Didalam traps gas dipisahkan dari oil untuk mencegah agar gas tidak masuk ke lube oil tank dan meyakinkan bahwa seal oil juga tidak terbawa melalui pipa suction yang selanjutnya ke compressor.

Gambar 8 – 16 Cross Section of Typical Seal Oil Trap

Seal oil yang bercampur dengan buffer gas dengan tekanan rendah, masuk ke inlet port disamping housing. Gas mengalir melalui outlet port ke compressor suction flange. Oil yang dipisahkan terkumpul dibagian bawah dari trap, kemudian setelah pelampung naik poppet valve akan membuka dan oil akan mengalir ke degassing flue

Mengalirnya oil secara terus menerus  membuat permukaan ( level ) oil didalam trap turun sehingga pelampung akan turun dan menutup valve.  Penyetelan yang benar pada trap mekanisme harus benar dan yakin bahwa permukaan oil selalu menutupi valve setiap waktu.

SEAL OIL DIFFERENTIAL PRESSURE SHUTDOWN SWITCHES ( S 365-1 AND 2 ) AND ALARM SWITCHES ( S 365-4 AND 5 )

Differential pressure shutdown switches akan merobah contact pada kenaikkan tekanan yang sudah ditentukan untuk mengijinkan start dari unit dan pada penurunan tekanan yang telah ditentukan untuk mematikan ( shutdown ) engine dan menjalankan auxiliary pump. Differential pressure alarm switches akan merobah contact pada penurunan tekanan yang telah ditentukan untuk menjalankan system alarm dan menyalakan indicator alarm.

SEAL OIL DEGASSING FLUE ( FD 971 )

Seal oil degassing flue atau tank berfungsi untuk mengeluarkan sisa gas yang masih ada didalam seal oil sebelum oil kembali mengalir ke oil tank. Gas dikeluarkan / dibuang ke atmospheric melalui flame arrestor, dan oil dialirkan ke oil tank sama dengan aliran dari compressor. Supply sparging gas dimasukkan ke flue melalui pipa untuk membantu mengeluarkan gas dari oil.

FILTER DIFFERENTIAL PRESSURE ALARM

SWITCH ( S 367-1 )

Differential pressure switch dihubungkan ke inlet dan outlet line dari filter, dimana akan contact jika tekanan diantara filter melebihi sampai 58 psi.

COMPRESSOR CASE PRESSURE SWITCH
( S 360-1 AND –2 )

Compressor case pressure switch akan bekerja pada kenaikkan dan penurunan tekanan yang telah ditentukan untuk melindungi compressor dari kekurangan tekanan seal oil pada saat engine shutdown. Pada saat shutdown sequence, switch mengontrol urutan operasi dari auxiliary seal oil pump dan menjaga pompa beroperasi sampai tekanan compressor case berkurang hingga dibawah setting yang telah ditentukan.

COMPRESSOR LOW SUCTION PRESSURE TRANSMITTER ( T 360 AND T 361 )

Switch akan contact untuk mematikan engine jika suction pressure turun dibawah setting yang telah ditentukan. ( Mengacu pada seal oil system schematic untuk informasi yang lebih detail )

COMPRESSOR HIGH DISCHARGE PRESSURE TRANSMITTER ( 364 AND 365 )

Switch akan contact untuk mematikan engine jika discharge pressure melebihi setting yang telah ditentukan. ( Mengacu pada seal oil system schematic untuk informasi yang lebih detail )

COMPRESSOR DISCHARGE RTD ( 370-1 AND – 2 )

High discharge switch S 366-1 dan –2 akan contact untuk mematikan engine jika discharge gas temperature dari compressor melebihi batas setting yang telah ditentukan. ( Mengacu pada seal oil system schematic untuk informasi yang lebih detail )
PNEUMATIC PILOT VALVE SOLENOID
( L 366 )

Pilot valve yang dioperasikan dan mempunyai dua posisi mengontrol operasi shutoff valve untuk auxiliary pump yang digerakkan oleh pneumatic motor . Apabila mendapat power, pilot valve akan menutup shutoff valve. Apabila kehilangan power, pilot valve akan membuka shutoff valve.

SEAL OIL AND BUFFER GAS SYSTEM PRESSURE GAUGES

Seal oil dan seal buffer gas system terdiri dari seal oil differential pressure gauges (PD1964-1 and –2), buffer gas differential pressure gauges (PD1967-1 and –2), compressor suction gas pressure gauges (P1965-1 and –2) dan compressor discharge gas pressure (P1964-1 and –2) yang terletak pada compressor control console.

Seal oil differential pressure gauges menunjukkan perbedaan antara seal oil dan tekanan trap inlet, dan buffer gas differential pressure gauges menunjukkan perbedaan antara seal buffer gas dan compressor suction gas pressure. Suction gas pressure mencatat inlet pressure di compressor suction flange, dan discharge gas pressure gauge menunjukkan outlet pressure pada discharge flange.
Buffer gas pressure gauge menunjukkan supply tekanan downstream dari shutoff valve.

INSTRUMENT BLOCK VALVES

Instrument blocking valves memungkinkan untuk meng isolasi beberapa macam gauges dan switches didalam system untuk keperluan kalibrasi atau service, Normally closed gauge pressure equalization valves memungkinkan untuk kordinasi pembacaan gauge dengan switch transfer setpoints. Normally closed bleed valve memungkinkan untuk membuang tekanan ( bleeding pressure ) gas

FLOW CONTROL VALVE ( VMF 963 )

Lokasi flow control valve ada pada auxiliary seal oil pump outlet line downstream dari pompa dan dipakai untuk membatasi aliran didalam pipe line untuk mencegah aliran yang berlebihan jika pompa output lebih besar dari ketentuan.

SYSTEM FUNCTIONAL DESCRIPTION

Setelah mulai start dan tekanan prelube oil mencapai setting yang ditentukan, biasanya 6 psig, auxiliary seal oil pump start memompakan oil ke gas compressor seals.

Oil dipompa melalui 10 micron filter ke seal oil flow regulator dimana mengatur dan menjaga aliran konstan ke differential pressure regulator. Differential pressure regulator manjaga tekanan seal oil pada kira kira 20 psid lebih tinggi dari tekanan suction gas. Oil yang sudah diregulate dialirkan ke gas compressor bagian depan dan belakang oil seals dan menekan ( pressurize ) seals untuk mencegah kebocoran gas.

Buffer gas dijaga pada perbedaan tekanan yang lebih tinggi  15 psid dari suction gas oleh buffer gas differential pressure valve.  Buffer gas dialirkan ke sisi yang berlawanan dari seals untuk memberi tekanan ( pressurize ) agar oil tidak masuk  kedalam compressor.

Seal oil dan buffergas yang mengalir ke oil/seal separator kemudian dipisahkan, oil mengalir kembali ke oil tank dan gas mengalir ke suction flange.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here