Strategy Antisurge dengan memakai sistim microprocessor
Pabrikan telah mengembangkan tiga algoritma antisurge control untuk control system
microprocessor. Tiga pendekatan ini meliput mayoritas dari aplikasi centrifugal compressor. •

• Flow / ΔP Fast Respone Non-PID Loop (respon kurang dari 100 milidetik)
• Flow / ΔP PID Loop (respon sama atau lebih besar dari 100 milidetik)
• Flow / ΔP Fast Response Non-PID atau PID dengan specific gravity dan / atau suctiontemperature compensation

Algoritma Flow / ΔP Fast Response Non-PID

Algoritma ini didasarkan pada persamaan “ΔP= KCH +/- Bias “ dan cocok jika process transient yang diharapkan dapat menjadikann compressor surge sangat cepat. Suatu contoh dimana algoritma ini seharusnya dan telah di implementasikan ditunjukkan pada gambar-10
SP

Gambar -10 . Skema tipikal LPG Recovery menggunakan Boost Compressor dan dua
Expander.

Process diatas dapat membuat boost compressor surge sangat cepat bila salah satu dari expander shutdown. Shutdown akan membuat high pressure pada discharge dari boost compressor hampir seketika. Jika boost compressor.dilengkapidengan suatu load control system berdasarkan pada discharge pressure seperti terlihat diatas , controller akan mengurangi speed dari driver (misalnya gas turbine) sangat cepat. Action ini akan membuat compressor masuk surge region lebih cepat.
Sehingga , karena fast transient dari tipe aplikasi ini,antisurge control system harus mendeteksi kondisi mendekati surge dan membuka recycle valve hampir seketika. Supaya compressor dan process tetap stabil , control valve harus menutup tidak sama kecepatanya dengan membukanya , dan closing action harus tidak dilaksanakan segera sesudah compressor operating point meninggaikan contiol line. Fast action pada satu arah ini dan slow action pada arah sebaliknya didapatkan dengan membuat suatu “Asymetric Output”.
Operasi dari algoritma Flow / AP Fast Response Non-PID dapat diterangkan sebagai berikut: [2] (persentasi ini akan diset menurut process characteristic).
• Jika satu detik; kemudian atau kurang (dikonfigur) kondisi ini tetap ada (PV=SP) , valve akan membuka lebih banyak lagi. Kondisi chek-up ini terung berlangsung sampai valve terbuka 100 %.
• Ketika process membaik dari kondisi transient dan flow mulai naik , control system akan mulai menutup valve perlahan lahan dan valve tidak akan mulai menutup segera sesudah operating point meninggalkan control line (PV<SP). Hal ini dilakukan dengan menset suatu “dead band” 10% dari control line seperti terlihat pada Gambar-11. Dalam batas dead band ini posisi valve akan dijaga tetap pada posisi terakhirnya.

Gambar-11. Ilustrasi Posisi dari Control Line terhadap Surge dan Dead Band Lines

Segera sesudah compressor operating point mencapai “dead band line” (SP>I.IPV), microprocessor akan perlahan lahan menutup valve dengan ramp ratio yang dikonfigur. Jika pada saat ramping down operating point balik lagi ke dead band zone (SPZ1.11 PV) maka ramp akan berhenti dan valve tetap pada posisi terakhirnya. Untuk mendapatkan fast response pada loop keseluruhan maka fast throtling control valve harus dipakai.

Gambar-12. Diagram Blok untuk algoritma Flow/AP Non PID Fast Response Antisurge Control.

Algoritma Flow / AP PID
Algoritma mi lebih cocok untuk process transient yang lambat. Gas transmission , Gas injection , dan gas lift adalah contoh aplikasi dimana algoritma ini dapat dipakai. Menggunakan algoritma ini , loop response tercepat adaiah 100 milidedk , yang mana lebih dari cukup untuk aplikasi ini. Keuntungan utama dari algoritma ini adalah compression

efficiency dijaga pada level maximum yang dimungkinkan pada kondisi operas!. Hal ini dicapai dengan mensirkulasikan sejumlah gas yang pas yang diperlukan untuk menjaga operating point pada control line selama kondisi transient , oleh karenanya energy terbuang menjadi minimum.
Controller dilengkapi dengan proportional , integral , dan batch reset function. Batch reset function mencegah controller wind-up karena aksi reset function selama kondisi operasi normal , yang mana akan melambatkan respon controller selama kondisi transient dan dapat membuat compressor surge sebelum controller mampu merespon (unwinds).

Algoritma ini juga dilengkapi dengan Assymetric Output action , karenanya stabilitas compressor dan process terjamin. Gambar-13 memperlihatkan diagram blok nya.

Aplikasi Surge Control Khusus
a) Flow / A P flowmeter pada compressor discharge
b) Flow / AP untuk compressor dengan variable compressor
c) Skema Flow / AP untuk compressor dengan side stream line.
d) Flow / A P untuk series / parallel compressors.
e) Skema Flow (CFM) / compressor speed (Q/N).

Gambar-14, beikut menjelaskan beberapa skema skema referensi diatas.     

Gambar-14. Special Flow AP antissurge Control dengan Flowmeter dipasang di
Discharge Side

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here