System Features
Antisurge control software dirancang dengan fleksibilitas yang cukup untuk di konfigurasikan dengan rnudah apakah itu di pabrik atau di lapangan.
Control Loop termasuk yang berikut ini:
• Special P+l algorithm untuk response cepat
• Fungsi Controller P+l termasuk anti-reset windup.
• Adaptive P+l tuning constant untuk output Asymmetric.
• Logic untuk mendeteksi kegagalan control loop transmitter
• Surge control loop speed yang dapat diatur.
• Perhitungan compressor surge margin yang riil.
• “Surge Detector” circuit sebagai fungsi dari perubahan suction flow.
• Auto/ Manual control dengan bumpless transfer.
• Automatic interaction dengan process control loop (optional)
• Automatic manual mode override bila kondisi operasi compressor mendekati surge control line.
Algoritma – algoritma dari Antisurge Control
Pabrikan kompresor gas mengembangkan satu seri algoritma antisurge control untuk microprocessor- based control system. Algoritma algoritma ini di rancang untuk mengakomodasikan mayoritas dari aplikasi aplikasi , walaupun akan ada kasus kasus dimana skema skema memerlukan modifikasi supaya terakomodasi process transient. Algoritma algoritma yang tersedia adalah:
a) Skema dasar Flow/AP (SCA-I). Flowmeter di compressor suction
b) Flow / AP dengan P1 compensation. Flowmeter di compressor suction.
c) Flow / AP dengan T compensation. Flowmeter di compressor suction.
d) Flow / AP dengan P1 dan T1 compensation (SCA-4). Flowmeter di compressor suction.
Algoritma Flow AP
Algoritma ini berdasarkan pada persamaan -1. dan lebih cocok jika process transientnya lambat. Aplikasi pada gas transmission , gas injection , dan gas lift adalah contoh contoh dimana algoritma ini dapat dipakai. Keuntungan utama dari algoritma ini adalah compression efficiency dijaga pada tingkat maksimum yang mungkin dibawah kondisi kondisi operasi. Ini dilakukan dengan mensirkulasikan sejumlah gas yang pas diperlukan untuk menjaga compressor operating point pada control line selama kondisi transient, oleh karenanya , energy terbuang jadi minimum.

Controller dilengkapi dengan proportional , integral, dan fungsi batch reset. Fungsi batch reset sangatlah penting karena mencegah controller wind-up disebabkan oleh fungsi reset selama keadaan normal, yang akan memperlambat controller response selama transient dan compressor akan surge sebelum controller dapat merespond (unwinds).
Algoritma ini juga dilengkapi dengan “Asymmetric Output” action, karenanya , stabilitas compressor dan process terjamin.

Surge Control Dengan Suction Pressure Compensation
Pengaruh yang utama dari perubahan pada suction pressure adalah pada surge line offset bias , meskipun ada juga pengaruh pada slope dari surge line (persamaan -1) tetapi tidaklah besar dibandingkan dengan offset (bias). Suction pressure compensation option haruslah dipertimbangkan bila perubahan suction pressure yang diharapkan lebih besar dari 300 Psia.

Gambar – 5. Diagram Compressor Flow DP

Gambar—6. Skema Flow vs DP antisurge control dengansuction pressure compensation

Flow vs. AP dengan Suction Temperature compensation

Analisis thermodynamic, dipakai untuk mendapatkan persarnaan **1. mengandalikan compressor suction temperature, dan specific gravity yang konstan. Assumsi ini benar pada sebagian besar aplikasi compressor, oleh karenanya, dibawah kondisi ini algoritma terdahulu (SCA-l) dapat dipakai. Akan tetapi, pada beberapa aplikasi, assumsi diatas tidak benar , maka dari itu perlu menentukan pengaruh dari variable ini terhadap surge line.
Gambar – 7. memperlihatkan pengaruh dari suction temperature terhadap surge line. Pengaruh ini menunjukan bahwa jika inlet temperature naik , menyebabkan surge line begerak ke-kanan bawah , oleh karenanya , compressor menjadi mudah surge. Agar supaya protection margin yang konstanl terjaga , nilai “Kc” untuk control line haruslah fungsi dari suction temperature seperti ditunjukan pada persarnaan -4.

Gambar-7. Pengaruh Suction Temperature terhadap Surge Line
Dimana:

T1 = Suction temperature , °R (degrees rankine)
a,b,c = Konstanta (didapat dari compressor performance anaysis pada suction temperature berbeda (T1)

Pengaruh Dari Gas Specific Gravity
Perubahan perubahan specific gravity pada compressor suction mempunyai pengaruh yang sama dengan perubahan pada suction temperature. Bila specific gravity pada inlet stream turun , hal ini menyebabkan surge line bergerak kekanan seperti terlihat pada gambar -10. membuat compressor rentan terhadap surge.
Untuk menjaga protection margin yang konstan , “Kc” untuk control line haruslah fungsi dari perubahan gas specific gravity seperti ditunjukan oleh persamaan-5.
ΔP = Kc (S.G.)h + Bias
Dimana:
Kc(S.G.) = Kc x S.G. act./S.G. nominal Pers – 5.

Gambar – 8. Pengaruh perubahan specific gravity terhadap surge line

Gambar – 9. Skema flow vs AP Antisurge control dengan suction pressure dan
temperature compensation

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here